Terdakwa Penggelapan Umbroh Perjalanan Wisata Dituntut Tiga Tahun Penjara - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 16 Agustus 2021

Terdakwa Penggelapan Umbroh Perjalanan Wisata Dituntut Tiga Tahun Penjara


INDRALAYA,MJ - Jaksa Penuntut Umum(JPU) Kejaksaan Negri Kabupaten Ogan Ilir membacakan sidang tuntutan kasus Penipuan atau penggelapan Umbroh Perjalanan Wisata yang terjadi pada tahun 2018 silam.


Dalam Sidang tuntutan yang diketuai oleh I Made Karyana secara vidio conference pada Senin,(16/08) dengan menghadirkan terdakwa, Mursidah Mukhlis(39) warga Dusun II Desa Jagaraja, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten OI, Jaksa Penuntut Umum Dhafi Arsyad, SH menuntut terdakwa dengan hukuman tiga tahun penjara dipotong masa tahanan.


"Kami dalam hal ini JPU Telah membacakan sidang tuntutan atas terdakwa Muksidah Muklis yang di dakwa berdasarkan pasal 378 atau 372 KUHPidana, karna terbukti telah menggelapkan atau melakukan penipuan terkait dana Umbroh Perjalaan Wisata 2018 lalu," Papar Dhafi Arsyad Kasubsi B Intel Kejari OI.


Dikatakan Arsyad kasus penipuan sendiri terungkap ketika terdakwa Mursidah hendak memberangkatkan korbanya, akan tepai terhambat ketika hendak pemberangkatan yang ternyata dirinya tidak mempunyai Izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh(PPIU) dari Kementrian agama RI sesuai dengan Peraturan Mentri Agama No 8 tahun 2016 tentang perjalanan ibadah umroh.


"Jadi pertama Terdakwa ini menjadi agen lepas dari PT Azizi Wisata Kencana, Kemudian ketika dirinya mentranfer sebesar Rp 90 juta ke PT tersebut ternayata uangnya dilarikan oleh sang pemilik PT. Terdakwapun mencoba bertanggung jawab namun dengan cara yang salah. Terdakwa menanganinya sendiri dengan cara membeli Visa, tiket, akomudasi dan lain sebagainya secara sendiri dan di tempat yang berbeda,"teranganya 


Terdakwa sendiri sebelumnya pernah memberangkatakan jamaah umroh, namunpada waktu itu perjalanan berjalan dengan lancar dan berhasil karna masih menjadi bagian dari PT Azizi Wisata Kencana sehingga membuat korbanya percaya.


Adapun faktor yang memberatkan terdakwa ungkap Arsyad, terdakwa tidak dapat mengganti total kerugian yang di alami korbanya. Selain itu, terdapat selisih margin dalam penanganan sehingga terdakwa terbukti mengambil keuntungan diluar kesepakatan. Dalam kasus yang di tanganinya tersebut Korban mengalami kerugian seberasar Rp 140 Juta.


"Total korbanya semuanya terdapat 16 orang, ini merupakan kasus limpahan dari Polda Sumsel. Jadi kita hanya menangani tiga saja dari kasus tersebut berdasarkan laporan korban dengan total kerugian Rp 140 juta," terangya.@Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here