Tanpa Kata, Oknum Kepala BPKD Usai Diperiksa KPK RI 'Ngacir' Masuk Mobil Dinas - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 01 April 2021

Tanpa Kata, Oknum Kepala BPKD Usai Diperiksa KPK RI 'Ngacir' Masuk Mobil Dinas


#Sampai Saat Ini 9 Orang Sudah Diperiksa

IDRALAYA,MJ -- Tanpa kata, diduga oknum Kepala BPKD Ogan Ilir (OI) SY 'ngacir' langsung masuk mobil dinas BG 18TZ usai diperiksa penyidik KPK RI, Kamis (1/4). Ia diperiksa selama 4jam di Ruang Posko Operasi Polres Ogan Ilir (OI). Artinya sampai saat ini pukul 13.34 wib, sudah 9orang diduga sudah diperiksa oleh penyidik KPK RI.


Menggunakan baju batik bergambar warna kuning merah dan berjilbab hijau tosca, SY memilih langsung membuka pintu mobil innova hitam dan duduk dibangku tengah. Ia datang tepat pukul 9.30wib dan usai diperiksa pukul 13.20wib.  Entah alasan apa dirinya sampai dipanggil dan diperiksa oleh penyidik KPK RI, karena SY langsung masuk mobil tanpa sepatah katapun. Artinya selama 3hari (30Maret, 31 Maret, 1 April) penyidik KPK berada di Bumi Caram Seguguk,  sampai saat ini pukul 13.34wib, sudah ada 9orang yang diperiksa. Pada hari pertama 3orang yaitu HF (oknum ASN), SN alias CC (diduga pemborong), RM (diduga pelaksana proyek di lapangan), hari kedua 5 orang yang diperiksa.


Sebelumnya, pada Rabu (31/4) telah diperiksa Sespri istri mantan 'orang berkuasa' di Bumi Caram Seguguk berinisial IK dan 4 orang oknum ASN berinisial O, M, H dan F. Pantauan pewarta, Sespri berinisial IK menggunakan kemeja hijau tua, bercelana panjang hitam dan berjilbab hitam. Ia datang menggunakan Avanza Silver dan didampingi 2 orang yaitu pria dan wanita. Belum jelas siapa yang mendampinginya tersebut. Namun terlihat mereka sempat berbincang-bincang dan makan bersama.


Saat diwawancarai terkait persoalan apa dan mengapa diduga dirinya diperiksa penyidik KPK RI, IK hanya diam tak berkomentar, ia hanya menggerakkan tangan kirinya pertanda enggan diwawancarai. Kemudian iapun segera masuk ke ruangan pemeriksaan. Perempuan berjilbab itu diperiksa sejak pukul 10.30wib hingga pukul 16.00wib.


Sementara Oknum ASN berinisial O mengatakan dirinya sudah 2 kali diperiksa KPK RI terkait kasus tersebut. "Saya sudah dua kali ini diperiksa, kalau yang beberapa bulan lalu dipanggil pukul 14.00wib, sekarang sejak pagi sudah dipanggil oleh KPK, ya kita penuhi panggilannya. Waktu itu sebagai pelaksana lelang pengadaan Dinas PUPR. Sekarang hanya staf biasa di dinas lain,"jelas O. Saat ditanya soal proyek mana yang diperiksa penyidik KPK, ia enggan berkomentar banyak.


Sementara H dan M enggan diwawancarai saat dirinya istirahat sejenak dari pemeriksaan penyidik KPK RI. " Saya tidak tahu dan tidak mau berkomentar, silahkan tanya kepada O,"katanya.


Terpisah Sekretaris Dinas PUPR Ruslan mengatakan tidak mengetahui kalau anakbuahnya dipanggil penyidik KPK RI. "Saya tidak tahu soal itu,soalnya KPK RI tidak mengirimkan surat ke Kantor PUPR OI. Mungkin mereka dihubungi langsung oleh penyidik KPK RI untuk dimintai keterangan, ya silahkan saja,"jelasnya via telpon.


Sebelumnya oknum Petugas Lapangan RM yang diduga diperiksa penyidik KPK RI, Selasa (30/3/2021). Ia datang diantar dan dijemput oleh supir yang mengendarai Mobil Pajero Abu-abu. Sejak pagi pria bermasker putih, berkemeja biru tua dan bercelana jins biru ini diduga diperiksa beberapa petugas penyidik KPK RI. Ia keluar Ruang Posko Operasi Polres OI pukul 17.14wib. Sayang tak ada kata sepatah katapun saat pewarta mewawancarainya. Ia hanya terlihat berjalan cepat dan ngacir buru-buru masuk mobil yang menjemputnya.


Diduga pria berinisial RM tersebut bertugas sebagai petugas lapangan untuk mengurusi proyek yang tengah diperiksa oleh penyidik KPK RI. "Susah juga Pak RM ditanya diam saja, diperiksa soal proyek apa, mengapa diperiksa malah diam serubu bahasa. Langsung ngacir masuk mobil,"ucap salah satu pewarta yang tengah meliput.


Selain RM yang diduga diperiksa oleh penyidik KPK RI, oknum pemborong SN alias CC diduga turut diperiksa oleh penyidik KPK RI lebih dari 5 jam. Ia diperiksa sejak pagi hari, sedikitnya 10 orang petugas KPK RI berpakaian batik dan berpakaian bebas pantas mencecar pertanyaan kepada oknum pemborong yang diduga mengerjakan proyek belasan miliar tersebut.


Petugas KPK terdiri dari pria dan wanita. Meski sempat ada pemadaman listrik namun pemeriksaan secara marathon tetap dilakukan kepada oknum pemborong berinisial SN alias CC. Diduga SN alias CC juga merupakan anak dari Kepala BPKAD OI SY. Saat diperiksa pria bertubuh tinggi ini menggunakan pakaian jins kemeja biru bercelana coklat muda.  


Keluar dari ruang pemeriksaan penyidik KPK pukul 16.38wib, saat dikorfirmasi SN alias CC mengatakan tidak tahu proyek apa yang tengah diperiksa. Bahkan ia mengelak ketika ditanya apakah pemeriksaan dirinya terkait proyek jalan lanjutan di Desa Pelabuhan Dalam Pemulutan-Indralaya tahun 2018 senilai lebih dari Rp17miliar dan proyek jalan di Desa Tanjung Tamiang Kecamatan Muarakuang senilai Rp12 miliar lebih.


"Saya tidak tahu proyek mana yang diperiksa, silahkan tanya kepada penyidik KPK,"ucapnya sambil berlalu meninggalkan media. Pukul 16.50wib ia kembali masuk ke Posko Operasi Polres OI untuk kembali menjalani pemeriksaan.


Sebelumnya sekitar pukul 12.00wib, satu oknum ASN yang saat ini menjabat Kepala Bidang Program Pembangunan di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) OI berinisial HF diperiksa oleh tim KPK. Ia datang menggunakan pakaian coklat sekitar pukul 10.00wib menggunakan Mobil Hilux putih seorang diri. Namun saat dikonfirmasi kedatangannya terkait apa ia rnggan berkomentar. "Saya no comment, saya tidak bisa diwawancarai. Pokoknya saya no comment, terimakasih,"jelasnya sambil berlalu


Kapolres OI AKBP Yusantiyo Sandhy,SH didampingi Wakapolres Kompol Yuskar dan Kasatreskrim AKP Roby Sugara hanya tersenyum saat ditanya soal adanya petugas KPK yang meminjam ruangan Posko Operasi Kepolisian Polres OI. Namun saat didesak kembali, kapolres secara tersirat mengatakan bahwa ada petugas satgas tindak pidana korupsi. " ya memang ada petugas tindak pidana korupsi, bahkan tim macan kita dari Polres OI juga memberantas korupsi. Ya semua kalau mau pinjam ruangan kita pinjami. Saya bertemu dengan beberapa petugas KPK RI terkait tindak pidana korupsi yang ada di OI, saya juga bertemu dengan petugas macan Polres OI,"katanya. Tim

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here