PULUHAN RUMAH DI OGAN ILIR PORAK PORANDA DI TERJANG ANGIN KENCANG - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 18 April 2021

PULUHAN RUMAH DI OGAN ILIR PORAK PORANDA DI TERJANG ANGIN KENCANG


INDRALAYA,matajurnalis.com - Hujan deras disertai angin kencang pada Sabtu (17/4/2021) lalu, melanda sejumlah desa di Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir.


Akibat angin kencang ini, puluhan rumah di empat desa di Kecamatan Indralaya mengalami kerusakan.


"Untuk di Indralaya, kerusakan rumah mulai dari yang ringan hingga rusak berat. Seperti ada atap rumah yang semuanya melayang," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Jamhuri, Minggu (18/4/2021).


Jamhuri menjelaskan, total ada 84 rumah di empat desa di Kecamatan Indralaya yang rusak diterjang angin kencang.


Keempat desa tersebut yakni Desa Penyandingan 31 rumah, Ulak Banding 12 rumah, Sudimampir 24 rumah dan Muara Penimbung Ilir 17 rumah.Hingga hari ini, warga di empat desa tersebut masih sibuk memperbaiki rumah yang rusak.


"Banyak rumah rusak, tapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa maupun luka," terang Jamhuri.Di Desa Sudimampir misalnya, dari 24 rumah diterjang angin kencang, ada 3 rumah yang rusak parah.


Sarwani, salah seorang warga mengungkapkan, rumah panggung kayu di tepi sungai miliknya mengalami rusak berat.


"Atap rumah ini terbang semua. Tinggal pondasi atap saja," kata Sarwani.


Pria 38 tahun ini terpaksa mengungsi di rumah tetangga bersama istri dan kedua anaknya.


"Terpaksa numpang dulu di tempat tetangga. Ini lagi perbaikan atap rumah, tapi tidak punya uang buat beli seng," ujar pria yang bekerja menjadi nelayan ini.


Cerita warga Desa Sudimampir juga tak kalah pilu.Uli, seorang wanita 60 tahun mengungkap, hujan deras pada Sabtu petang pukul 16.30, membuat ia dan cucunya sempat terperangkap di dalam rumah.


Angin berhembus kencang membuat Uli takut keluar rumah.Namun saat menyadari rumah berguncang hebat, Uli memberanikan diri membawa cucunya keluar dari rumah.


"Saya lari sama cucu saya karena rumah seperti mau roboh," ujar Uli.Akibat angin kencang ini, beberapa potongan seng atap rumahnya melayang.


"Rumah basah semua, atap banyak yang bolong. Tapi saya cuma memikirkan cucu saya masih (usia) 3 bulan," kata Uli sambil memeluk cucunya itu.#Nwf/Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here