Bhabinkamtibmas Sungai Rambutan dan Nakes Jemput Bola Untuk Vaksin Covid19 Untuk Masyarakat Pelosok Desa - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 11 April 2021

Bhabinkamtibmas Sungai Rambutan dan Nakes Jemput Bola Untuk Vaksin Covid19 Untuk Masyarakat Pelosok Desa


INDRALAYA,matajurnalis.com - Vaksinasi Covid-19 masih terus dilaksanakan dengan sasaran warga sipil di Desa -Desa wilayah hukum Polres Ogan Ilir Sumatera Selatan.


Tak hanya oleh instansi kesehatan, institusi Polri juga dilibatkan dalam program vaksinasi untuk menjangkau masyarakat yang jaraknya jauh dari lokasi vaksinasi.


Seperti yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas Desa Sungai Rambutan dari kesatuan Polsek Indralaya, Polres Ogan Ilir, Bripka Hans Brilian, kepada matajurnalis.com Minggu 11/4/2021.


Ia bersama tenaga kesehatan mendatangi rumah - rumah warga yang lokasinya jauh dari Puskesmas Sungai Rambutan Indralaya Utara.


"Kami mendatangi rumah warga yang lokasinya jauh dari Puskesmas. Dalam program vaksinasi Covid-19 ini, kami jemput bola," kata Bripka Hans Brilian, Minggu (11/4/2021).


Selain vaksinasi, menyampaikan instruksi pimpinan yakni AKBP Yusantiyo Sandhy,SH sebagai Kapolres Ogan Ilir, Hans  juga mensyosialisasikan kepada warga masyarakat mengenai protokol kesehatan atau prokes.


Prokes yang dimaksud yakni menjaga jarak, mencuci tangan menggunakan sabun dan memakai masker.


"Perlu diketahui juga, vaksinasi ini gunanya agar imunitas atau kekebalan tubuh kita bertambah sehingga dapat mencegah penyebaran Covid-19," jelas Hans kepada warga yang menjalani vaksinasi.


Warga yang mendapatkan vaksinasi secara cuma-cuma pun berterima kasih kepada Bhabinkamtibmas Sungai Rambutan dan tenaga kesehatan dari Puskesmas.


Selain vaksinasi dan sosialisasi prokes, Hans juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan berkebun dengan cara membakar hutan dan lahan.


Larangan membakar hutan dan lahan ini tertuang dalam maklumat bernomor 022/SPK/BPBD.SS/2019, MAK/04/VII/2019, serta MOU/08/VII/2019, yang ditandatangani Gubernur, Kapolda Sumatera Selatan dan Pangdam II Sriwijaya.


Larangan ini juga diatur dalam Pasal 78 Ayat 3 Undang Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun dan denda Rp 5 miliar.


"Jadi, kepada Bapak dan Ibu, hendaknya tidak membakar hutan dan lahan sehingga mengakibatkan bencana kabut asap. Sampaikan juga kepada sanak saudara yang lain," jelas Hans.# Nwf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here