Sumsel Miliki Laboratorium Penelitian Lahan Basah Cegah Karhutla - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 09 Maret 2021

Sumsel Miliki Laboratorium Penelitian Lahan Basah Cegah Karhutla


OGAN ILIR.matajurnalis.com - Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), H Herman Deru telah meresmikan Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya yang berada di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel. 

Keberadaan Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya tersebut sebagai salah satu laboratorium yang bisa dijadikan lokasi riset untuk mengetahui kelembapan tanah dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Kahutla) di Sumsel. 


Menurut HD, Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya dibangun di atas lahan rawa seluas 100 hektar dengan babyak fungsi, seperti pusat penelitian lahan basah dan sebagai tempat pendidikan, pelatihan ataupun magang. 

"Tempat ini juga sebagai konservasi ex situ sumber daya hayati flora dan fauna lahan basah," ungkapnya usai meresmikan Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya yang berada di Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Selasa (9/3/21). 

Dijelaskannya HD, lahan seluas 100 hektar difungsikan sebagai riset dan edukasi. Jika tidak menjalankan fungsi ini, maka sama saja dengan melakukan perusakan alam.  

Menutnya, Embung ini juga merupakan wahan baru menjaga kelembapan tanah dan menjaga kebakaran hutan. 

"Sumsel ini memiliki lahan gambut. Tentu rawa bergambut ini rawan akan terjadinya Karhutla. Langka kita lakukan adalah dengan mencegah tidak berkibarnya api dari yang paling kecil hingga besar," terangnya. 

Disisi lain, HD menilai, upaya pencegahan Kahutla di Sumsel telah dilakukan dengan kerjasama berbagai pihak, baik kemeterian hingga BUMD hingga badan usaha. 

"Ini langkah progresif. Menunjukkan hasil. Pada 2020 nyaris dikatakan Sumsel bebas hotspot. Ini yang ingin kita harapkan kembali terjadi di 2021 ini," tegasnya. 

HD menilai, tanggungjawab dalam pencegahan Karhutlah bukan hanya dimiliki oleh instansi tertentu saja, tetapi di pundak semuanya, termasuk masyarakat Sumsel. 

"Pemanfaatkan salah satu yang menjadi perhatikan, memanfaatkan tanaman yang tidak merusak hutan menjadi salah satu pilihan dalam mendukung tidak terjadinya Karhutla," tegasnya. 

Disisi lain, HD juga mengajak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk memanfaatkan Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya sebagai destinasi wisata baru bagi masyarakat luas. 

"Fungsi ini dilakukan untuk menambah destinasi wisata baru bagi penduduk Sumsel, sekaligus menambah edukasi terhadap pencagahan Karhutla," terangnya. 

HD menilai, upaya pemadaman yang dilakukan beberapa tahun sebelumnya cukup menguras uang dan tenaga, diharapkan tidak terjadi lagi kedepannya. 

"Dana tersebut bisa kita manfaatkan dengan baik. Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan dalam berbagai aspek untuk pencegahan Karhutlah di Sumsel," terangnya. 

Sementara itu, Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, SH ikut berbbangga dan menyambut baik diresmikannya Embung Konservasi Kebun Raya Sriwijaya. 

Sebagai salah satu daerah rawan Kahutla, fungsi Embung Konservasi Kebun Raya tentu akan berdampak baik bagi pengetahuan masyarakat Ogan Ilir. Terutama kesadaran akan pemanfaatan lahan tanpa melakukan perusakan lingkungan. 

"Ini akan menjadi lokasi destinasi wisata edukatif yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Ogan Ilir dan Sumsel. Kita ucapkan terimakasih kepada gubernur Sumsel," tegasnya. Red

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here