Soroti “Penerimaan Perkarya Diam-Diam” , Nilai Tidak Transparan - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 15 Maret 2021

Soroti “Penerimaan Perkarya Diam-Diam” , Nilai Tidak Transparan


PRABUMULIH,matajurnalis.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Prabumulih Mengugat (APM) menyoroti, adanya penerimaan pekarya secara diam-diam di salah satu lapangan PT Pertamina EP (PEP) Asset 2, yaitu Field Limau.

Padahal, kata Ketua APM, Adi Susanto SE karena terdampak Pandemi Covid-19 adanya pengurangan pekarya. “Seharusnya, dibuka terang-terangan jika menerima pekarya. Kordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), jangan diam-diam. Akhirnya, orang akan tahu juga,” sesal Mantan Anggota DPRD ini dibincangi awak media di kediamannya, Senin (15/3/2021).

Apalagi, informasinya perkarya diterima ada orang luar. Jelas hal itu, kata Politisi PKB ini menimbulkan kecemburuan sosial. Harusnya, diprioritaskan adalah pekerja lokal. “Dan, hal itulah sejauh ini terus diperjuangkan APM. Agar pekerja lokal, tidak menjadi penonton saja di negeri sendiri,” ujar ayah tiga anak ini.

Bukan hanya itu saja, kritiknya harusnya yang dipekerjakan kembali pekarya telah dirumahkan. Ketimbang, akunya menerima orang baru. “Jelas itu kurang fair, dan melanggar aturan. Kita sudah surati General Manager (GM) PEP Asset 2 untuk meresponnya. Khusus, karya memang harus memprioritaskan warga lokal. Khususnya, di Limau Field merupakan warga Ring I yaitu Kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim,” tandasnya.

Terangnya, jika hal itu direspon GM PEP Asset 2 suratnya. Jelas, ia berterima kasih karena PEP Asset 2 sudah ikut mengurangi angka pengangguran di Prabumulih dan Muara Enim. “Dengan memprioritaskan pekarya lokal bekerja dan mengabdi di PEP Asset 2 dan Fieldnya,” harapnya.

Terpisah, nara sumber terpercaya menyatakan, sangat kecewa dengan ulah PEP Field Limau menerima pekerya baru secara diam-diam, dan tidak transparan.

“Harusnya, mempekerjakan kembali pekarya telah dirumahkan sebelumnya. Bukan, menerima pekarya baru. Jelas itu, menimbulkan pertanyaan bagi kita. Artinya, ada orang titipan,” akunya sambil memohon namanya tidak disebutkan.

Apalagi, informasinya kata dia, pekarya tersebut ada yang bukan dari Prabumulih dan wilayah kerja PEP Asset 2. “Jelas hal itu, melukai perasaan warga Prabumulih dan Muara Enim sebagai Ring 1 PEP Asset 2. Harusnya, punya kesempatan lebih dibanding orang luar,” tegasnya.

Terpisah, Limau Legal And Relations Assistant Manager, Fredrick Roma Parulian menegaskan, kata dia hingga saat ini tidak ada penerimaan pekarya di PEP Asset 2 Limau Field, sehingga apabila ada info beredar terkait penerimaan pekarya adalah tidak benar.

“Adapun apabila ada personil datang dari luar daerah merupakan konsultan CSR dalam rangka pemberdayaan masyarakat sifatnya hanya sementara,” pungkasnya. Roni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here