Mendikbud Menghapus UN Di Nilai Harus Di Pertimbangkan Lagi - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 29 Maret 2021

Mendikbud Menghapus UN Di Nilai Harus Di Pertimbangkan Lagi


JAKARTA,matajurnalis.com - Kebijakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menghapus ujian nasional (UN) dan menjadikan nilai rapor sebagai pertimbangan jalur prestasi masuk ke sekolah unggulan diprediksi akan menimbulkan kecurangan.


Kesimpulan itu didapatkan dari survei yang dilakukan Ikatan Guru Indonesia (IGI) kepada 410 responden yang terdiri dari guru-guru di Tanah Air. Hasilnya, sebanyak 81,94 persen guru mengaku bahwa nilai rapor bisa dimanipulasi.


Tentu saja hal itu menjadi sorotan banyak pihak, salah satunya dari Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. Mantan Ketua Umum PSSI itu mengaku telah lama mendengar terjadinya hal tersebut. "Saya sudah lama mendengar hal ini, di mana orangtua meminta guru menaikkan angka rapor dengan berbagai cara, melalui banyak pendekatan, bahkan mungkin ancaman," tutur LaNyalla dalam keterangan resminya, Senin (29/3/2021).


Semestinya orangtua, lanjutnya, memacu prestasi anak-anak mereka dengan tindakan terpuji, dan bukan melalui jalur-jalur pintas yang memanipulasi data. "Orangtua harusnya mengajari anak-anak mereka untuk tidak melakukan aksi tak terpuji seperti menyogok atau aksi ancam mengancam demi prestasi akademik yang baik," ujarnya.


Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu menilai, jika hal ini terus berlanjut, maka bukan tak mungkin kita akan mendapati kualitas pendidikan kita akan semakin merosot, baik dari segi kualitas akademik maupun moralitas. "Sebaiknya orangtua harus mulai sadar bahwa sekolah bukan hanya pintar dengan angka-angka yang tinggi, tetapi juga dengan moral yang baik. Tujuan pendidikan tak akan tercapai jika komponen pendidikan kita rusak," ujar LaNyalla.


Senator Dapil Jawa Timur itu meminta baik orangtua, guru dan peserta didik harus sama-sama menyadari kejujuran dalam mengejar prestasi. "Saya mengimbau kepada orangtua untuk tak hanya mengincar sekolah favorit, tetapi kita bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan melalui kejujuran dalam mengejar prestasi," tegas LaNyalla.


Sebelumnya IGI melakukan survei kepada 410 responden yang terdiri dari guru-guru di Tanah Air.


( Andi Nurhidayat )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here