Ketua APM ADI Adi Susanto Kembali Pertanyakan Kelanjutan SKG 10 Pertamina Asset 2 Prabumulih - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Jumat, 19 Maret 2021

Ketua APM ADI Adi Susanto Kembali Pertanyakan Kelanjutan SKG 10 Pertamina Asset 2 Prabumulih


PRABUMULIH, Matajurnalis.com - Masyarakat melalui Aliansi Prabumulih menggugat (APM), Kembali menanyakan kepada Pertamina EP Asset 2   Prabumulih mengenai permasalahan Stasiun Kompresor Gas 10 (SKG10) yang  beroperasi disekitaran wilayah Kelurahan Anak Petai RT03 RW 02 Kecamatan Prabumulih Utara Kota Prabumulih, yang mengakibatkan dampak yang merugikan masyarakat akibat operasi SKG 10 tersebut. 


Menurut APM Melalui Ketua Umum Adi Susanto, SE, Operasi SKG 10 telah menyalahi aturan dengan berdasarkan Undang Undang Dasar (UUD) Nomor 32 tentang lingkungan hidup sesuai dengan pasal 1-6 tentang kebisingan,mengganggu ketenangan dan kesehatan masyarakat, serta merugikan masyarakat," Santon mengatakan beliau sudah mengecek ke lokasi tersebut dan sudah diberikan surat kuasa dari warga yang terdampak akibat aktivitas SKG 10 kepada awak media, Jum'at (19/03/21).

Beliau mengatakan akibat aktivitas SKG 10 Tersebut, rumah rumah warga pun mengalami keretakan pada dinding rumah dan juga mengakibatkan perabotan perabotan rumah warga menjadi rusak ,serta kebisingan yang dirasakan masyarakat di sekitar wilayah operasi SKG 10 tersebut. 

"Lanjut," Adi Susanto mengatakan bahwasanya PT Pertamina Asset 2 Prabumulih, Sampai sekarang belum juga ada tanggapan dan tindak lanjut untuk mengatasi masalah tersebut, 

hal inilah yang kami pertanyaan kembali kepada pihak Pertamina Asset 2 Prabumulih semenjak diadakannya pertemuan  berapa waktu lalu antara APM dan Pertamina Asset 2 pada Bulan September 2020 tahun lalu. 

"Karna pihak PT Pertamina Asset 2 Prabumulih melalui Seto Puji Hartono telah berjanji akan menindak lanjuti permasalahan yg terjadi, 

Namun sudah terhitung enam bulan belum juga ada kepastian dari pihak PT Pertamina Asset 2 prabumulih,"Pungkas Adi. 

Yulia salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan lokasi SKG 10 mengatakan meraka terganggu dengan aktivitas SKG 10 tersebut karena suaranya bising dan sudah berapa banyak perabot rumah yang hancur, "beliau berharap agar pihak pertamina segera mengecek kelokasi rumah saya,"Dikarenakan sampai sekarang belum juga ada pihak terkait yang mendatangi rumah saya padahal sudah ada pertemuan beberapa waktu lalu yang di fasilitasi oleh Pertamina dan APM, 

PT Pertamina EP Asset 2 melalui Setyo Puji Hartono - PR & Goverment Assistant Manager Operasional, "Mengatakan SKG 10 maupun seluruh fasilitas produksi migas nasional yang dikelola PT Pertamina EP telah melalui kajian lingkungan yang komperhensif, dan melalui berbagai audit dan uji sehinga layak beroperasi, selain itu fungsi dari SKG ini adalah mendistribusikan gas kepada para konsumen termasuk masyarakat kota prabumulih yang mendapatkan fasilitas jaringan gas kota/city gas sehingga keberlangsungannya harus terjaga.

"Selain itu, keberadaan SKG 10 juga sudah berlangsung lama jauh sebelum banyaknya pemukiman saat ini,"Pungkasnya.Roni

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here