Tujuh Institusi Hukum Terima Laporan Pihak Keluarga Krismonika Gusta - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Kamis, 25 Februari 2021

Tujuh Institusi Hukum Terima Laporan Pihak Keluarga Krismonika Gusta


LAHAT,matajurnalis.com,--- Pihak keluarga Krismonika Gusta laporkan ke enam Institusi hukum diantaranya Propam Polda Sumsel, Komnasham, Ombudsman, Kapolri, Irwassum, Kajagung dan Kapolres Lahat terkait ada kejanggalan dalam penangkapan Krismonika.Gusta (22) warga Perumnas Residen Pelangi Blok G nomor 06 Desa Manggul Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, yang ditangkap oleh Tim Satresnarkoba Polres Lahat pada tanggal 20 Januari 2021 sekitar pukul 17.30 WIB, sepertinya akan berbuntut panjang.

Krismonika Gusta yang merupakan warga Batu Pance Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Lahat, karena, diduga menjadi pengedar Narkotika jenis Pil Ekstacy sebanyak dua butir, yang ditemukan petugas setelah melakukan tiga kali memeriksa mobil Agia berwarna merah dengan nomor polisi BG 1540 EL milik Krismonika Gusta.

Melalui jumpa Pers dikediaman keluarga tersangka Krismonika Gusta di dusun II Desa Manggul Kecamatan Kota, Kabupaten Lahat, pada Rabu (24/02) sekira jam 18.30 WIB, yang disampaikan langsung Ovi 35 Tahun dan Nato 25 Tahun selaku Ayuk dan Kakak dari tersangka dari penggeledahan hingga penangkapan Krismonika Gusta dinilai tidak sesuai dengan SOP. Karena, dinilai oleh keluarga tersangka, pemeriksaan untuk mencari barang bukti (BB) dari rumah Perumnas Residen Pelangi Blok G sampai kedalam mobil Agia warna Merah Nopol BG 1540 EI sempat berulang ulang kali dimana dari pemeriksaan dua kali tidak ditemukan BB yang ke tiga ditemukan BB Extasy dua butir didalam kaleng Hemaviton C 1000 hal ini sangat aneh seperti ada kecurangan dalam pemeriksaan yang terakhir.

Mirisnya, sambung Nato kronologis dalam penangkapan tersebut jajaran Satresnarkoba tidak menunjukkan sprint, serta melakukan pendampingan dari aparat pemerintahan sebagaimana diatur dalam undang undang (UU) yang berlaku.

Dalam pemeriksaan selain terkesan memaksa langsung masuk ke kamar Krismonika Gusta, tapi saya hadang. Tunggu pak, adik saya itu perempuan, jadi saya mintak jangan sembarangan masuk kekamar, tunggu biar saya saja memanggilnya," terang Nato dengan nada lantang.

Lantas, sambungnya, saat melakukan pemeriksaan Tim Satresnarkoba memintak kunci kontak motor maupun mobil. Dan, barulah melakukan pemeriksaan baik diruang tamu sampai dengan di mobil Agia milik Krismonika Gusta.

"Nah, saat diperiksa semuanya tidak ditemukan barang bukti (BB) yang dimaksud. Terdengar ketika pimpinan dari Satresnarkoba menanyakan ditemukan dijawablah nihil Ndan," ucap Nato menirukan perkataan saat di TKP.

Tidak sampai disitu saja, lanjut Nato, mendengar nihil dari anggota, kembali diperintahkan untuk melakukan pemeriksaan ulang dimobil milik Krismonika Gusta dan melakukan Test Urien terhadap adiknya.

"Kembali lagi, diakui nihil dan Urien Negativ. Namun, saat kembali saya tanyakan dijawab anggota kau Idak perlu tahu, dan hasilnya 1 X 24 jam. Sehingga, pemeriksaan Krismonika Gusta sejak pukul 15.30 WIB sampai dengan 18-30 WIB, diperiksa untuk yang ketiga kalinya," tegas Nato.

Sangat disesalkan lagi, kata Oi, siadiknya yang dituduh selaku pengedar Narkotika jenis Pil Ekstacy itu, beberapa kali dipaksa melakukan tanda tangan dan dijanjikan akan mengubah Pasal yang disangkakan oleh Satresnarkoba Polres Lahat.

"Dikarenakan, merasa dua butir pil Ekstacy bukan miliknya, sampai malam ini tersangka tidak menandatangi hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dari Satresnarkoba Polres Lahat. 

Terakhir, Ovi berharap agar kasus yang menimpa adiknya dapat benar benar ditegakkan dengan seadil adilnya sesuai dengan peraturan yang ada. Terbukti, awal berkas usai penangkapan Krismonika Gusta dikirim oleh Satresnarkoba Polres Lahat, ditolak JPU.

"Dengan ditolaknya berkas awal oleh JPU, membuktikan bahwasannya diduga berita acara pemeriksaan (BAP) dan bukti bukti tidak kuat, sehingga, pengajuan berkas pertama ditolak JPU Kejari Lahat," 

Berdasarkan fakta yang ada persoalan ini, kami laporkan ke Kapolri, Provam Polda Sumsel, Ombusman, Komnasham, Irwassum, Kajagung dan Kapolres Lahat. pungkasnya.

Reporter.Idham

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here