Gemapala Temui Mendagri Masalah Tapal Batas dan Kerusakan Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Fatah - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 10 Februari 2021

Gemapala Temui Mendagri Masalah Tapal Batas dan Kerusakan Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Fatah


LAHAT,MJ. --- Tampaknya keseriusan Gemapala ( Gerakan Masyarakat Pagar Alam.Lahat) mengenai kondisi Hutan Lindung Bukit Jambul Gunung Fatah porak poranda oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab serta Tapal Batas antara Kabupaten Lahat  sudah bergeser keberadaannya di Kabupaten Muara Enim. 

Setelah menghimbun, melakukan cek dan ricek serta mediasi antara Gemapala dengan Pemkab Kabupaten Lahat serta Audensi bersama Anggota DPRD Lahat beberapa waktu belum membuahkan hasil, kini Gemapala yang digawangi Yeri Mediansyah SH bersama rekannya terdiri dari Katua, seketaris, Bendahara, Humas Gemapala dan Forum kades Kecamatan Kota Agung dan didampingi Asisten 1 Pemkab Lahat  Rudi Thamrin.


Pada  senin 8 februari 2021 menuju ibu kota untuk  beraudiensi ke Mendagri di Jakarta dan terjadwalkan hari Rabu, 10 februari 2021 bertandang ke kantor Kemendagri dan langsung disambut dengan penuh rasa hormat.  oleh DIREKTORAT Bapak Wardani.  

Acara audiensi sangat hangat dan penuh kekeluargaan. M Sangkut ST selaku Koordinator Gemapala menjelaskan maksud dan tujuan terutama mengenai Tapal Batas serta kerusakan Hutan Lindung Bukit Jambu Gunung Fatah yang telah terganggu Ekosistemnya serta berdampak pada Banjir Bandang di Kecamatan Mulak Ulu dan Mulak Sebingkai.

Kepada Awak Media 10/2 M Sangkut ST di kutip " Alhamdulilah Berkas serta bukti bahwa Tapal Batas Hutan   Lindung Bukit Jambul Gunung Fatah milik Kabupaten Lahat serta kerusakan Hutan tersebut telah kita serahkan, semoga setelah di pelajari oleh Kemendagri ada titik terang " tandas M Sangkut ST.

Laporan Kerbay Mulak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here