Diduga Tuai Polemik Masyarakat Tolak Lahan miliknya Guna Perluasan Kota Lahat dan Cikal Bakal Perkantoran Tidak di Ganti Rugi - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 09 Februari 2021

Diduga Tuai Polemik Masyarakat Tolak Lahan miliknya Guna Perluasan Kota Lahat dan Cikal Bakal Perkantoran Tidak di Ganti Rugi


#Jembatan Lematang II Akses Jalan Menuju Wacana Perluasan Kota Lahat dan Pusat Perkantoran Pemerintah Daerah#

LAHAT,MJ. -- Pembangunan Jembatan Lematang II sepanjang 120 M menyeberangi sungai Lematang secara bertahab terus berjalan walaupun diduga melanggar aturan dengan melaksanakan pekerjaan di masa Pemeliaraan sudah habis.

Dimana pembangunan jembatan Lematang II yang dibangun Pemerintah Propinsi Sumsel dengan menelan dana Puluhan Milyar ini nantinya akan menjadi sarana yang sangat vital guna untuk adanya Wacana Perluasan Kota Lahat dan Pusat Perkantoran Pemerintah Daerah dengan akses jalan Utama melewati jembatan Lematang II .

Namun untuk terwujudnya keinginan Pemerintah Daerah Kabupaten Lahat akan adanya Perluasan Kota Lahat dan Pusat Perkantoran diduga menuai polemik, dimana Lahan untuk perluasan kota ini merupakan Lahan Pertanian dan Perkebunan murni milik masyarakat Desa Padang Lengkuas, Desa Ulak Lebar, Desa Manggul, Desa Karang Endah dan Desa Lubuk Kepayang kalau titik kordinalnya dari Kecamatan Kota Lahat dan wajib bagi Pemerintah mengadakan ganti rugi lahan milik masyarakat yang terkena dampak dari Wacana Perluasan Kota Lahat.

Sedangkan kalau titik kordinatnya di dimulai dari Kecamatan Lahat Selatan memang merupakan lahat tidur yang tidak dimanfaatkan dan dapat digunakan oleh Pemerintah Daerah  sebagai aset Pemda tanpa adanya ganti rugi lahan.

Dugaan polemik yang saat sekarang terjadi Cik Ujang SH Bupati Lahat dan para pejabatnya berlomba dan berburu tanah di wilayah Perluasan Kota Lahat untuk dimiliki secara pribadi dengan cara membeli tanah kepada masyarakat pemilik Lahan, Disamping itu juga adanya intruksi Bupati Lahat kepada kepala wilayah di areal Perluasan Kota Lahat untuk bernegosiasi kepada masyarakat agar dapat mengikhlaskan lahan mereka seluas panjang maupun lebar 20 M untuk di hibahkan.

Dengan adanya polemik Awak media mengadakan Investigasi ke para pemilik Lahat yang terkena dampak Wacana Perluasan Kota terkait adanya intruksi Bupati Lahat agar masyarakat dapat menghibahkan lahan mereka untuk dijadikan perluasan kota Lahat.

Seperti yang dikutip awak media dari Darman 51 tahun salah satu pemilik Lahan yang berdomisili di wilayah Desa Padang Lengkuas mengatakan (9/2) kami terasa sakit dan akan menolak keras lahan usaha yang berupa persawahan untuk menghidupi keluarga akan diminta secara hibah oleh pemerintah Daerah tanpa adanya ganti rugi, jujur apa bila lahan usaha ini saya hibahkan maka otomatis mata pencarian saya akan hilang bagaimana saya dapat menghidupi keluarga saya nanti katanya.

Hal yang sama juga dikutif dari Tarmizi warga Desa Padang Lengkuas  yang lahannya terkena dampak Perluasan Kota Lahat dan diminta juga untuk dapat menghibahkan lahanya seluas panjang 20 M dan Lebar 20 M oleh Pemerintah Daerah, ia mengatakan silakan kalau Pemerintah Daerah akan melakukan peningkatan pembangunan tapi tolong jangan sengsarakan masyarakat lahat di wilayah kecamatan Kota yang dijadikan untuk perluasan kota ini lahan perkebunan dan pertanian murni milik masyarakat pungkasnya.

Laporan.Idn

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here