Merasa Tak Puas Kuasa Hukum Poeyang Seret Permasalah Eks Transmigrasi Mekar Jaya Ke Komisi 1 DPRD Lahat - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 12 Januari 2021

Merasa Tak Puas Kuasa Hukum Poeyang Seret Permasalah Eks Transmigrasi Mekar Jaya Ke Komisi 1 DPRD Lahat


"Niko Ferlino SH, CPL Apresiasi kepada Ketua Komisi 1 DPRD Lahat" 

LAHAT,MJ.-- Berlarutnya permasalahan  Eks Transmigrasi Mekar Jaya  SP IV  TT. III   di Kecamatan Kikim Barat yang berbatasan langsung dengan Kabupaten 4 Lawang,  Lahan sawit seluas  1,666 Hektar yang  diklaim warga Desa Mekar Jaya tidak berada di HGU PT SMS  dilokasi Desa Mekar Jaya namun di Desa Sidomakmur dan Babat Baru. Lahat seluas 1,888 Ha.

 Tahun 1996  sudah Sertifikat dan tahun 1998 secara pemerintahan itu sudah di SK Definitip jadi sekarang itu merupakan lokasi Desa dan bukan Lahannya PT SMS. Hal ini disampaikan Niko Ferlino SH, CPL pada rapat dengar pendapat antara PT SMS dengan Warga Desa Mekar Jaya di Komisi 1 DPRD Lahat. Pada Selasa 12/1/21.

Nizarudin SH ketua Komisi 1 DPRD Lahat yang memimpin rapat dengat pendapat masalah ini, hadir pula Asisten 1 Rudi Thamrin SH, Ir Romanus MM Kepala BPN Lahat, Limra Kadis PU Perkim, Darwis Camat Kimbar, Kadis Transmigrasi dan Kependudukan Mustofa,  Pihak PT SMS.

Sementara itu Asisten 1 Rudi Thamrin SH,  MM dengan bijak berpesan  bila hasil mediasi ini tidak merasa tidak puas silakan  menempuh jalur hukum.

Sedangkan  Ir Romanus Kepala BPN Pemkab Lahat BPN  menurutnya memposisikan diri dibawah naungan Pemerintah dan tidak memihak,    seluruh  Lahan 1,888 Ha, tuntutan awal  dari poeyang seluas 5250 Ha itu sudah igra.

Usai Rapat pada keterangan Persnya Ketua Komisi 1 kepada Awak Media menjelaskan " kapasitas DPRD khususnya Komisi 1 yang mengurusi masalah Lahan adalah  selaku pihak penjembatan antara PT SMS Vs Warga Desa Mekar Jaya Nizarudin SH menyingkapi permasalahan ini mari sama- sama taat, dan bila menemukan jalur buntu akan  menempuh jalur hukum. Semoga Pemerintah satu suara, karena masing- masing opini berbeda. 

Laporan Kerbay Mulak

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here