Suasana Pasar Ikan Modern Palembang sepi pembeli


PALEMBANG, MJ. --  Meski telah diresmikan awal November 2020, kondisi Pasar Ikan Modern (PIM) di Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang hingga Minggu (27/12/2020), masih terlihat sepi pembeli.

Menurut Asep (32), pedagang ikan seluang mengatakan, pembeli ikan di pasar tersebut mulai terlihat sepi sejak dua Minggu terakhir.

“Karena sepi, penghasilan kita tidak menentu. Seperti hari ini, saya hanya dapat Rp50 ribu dan ikan saya masih tersisa banyak,” ungkap warga Kelurahan Bukit Sangkal, Kecamatan Sako ini.

Ditambahkannya, kalau ingin pembelinya ramai, pengelola pasar harusnya membuat semacam Bazaar disana, sehingga menarik pembeli untuk berkunjung.

Sementara Tedi As (50), penjual udang dan ikan laut menuturkan, pembeli sepi hampir setiap hari. Bahkan katanya pagi dibawah pukul 09.00 WIB pembeli masih ada, tetapi tidak ramai.

“Kalau pagi jumlah pembelinya sedang-sedang saja. Tetapi kalau diatas pukul 09.00 WIB hingga sore hampir tidak ada pembeli,” ujar warga Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami ini.

Lebih lanjut, biasanya dia membawa udang sekitar 4 Kg dan kadang-kadang hanya laku 2 Kg, bahkan pernah tidak terjual sama sekali.

“Kalau dagangan ini banyak yang beli bisa sampai Rp60-70 ribu perhari. Namun, sejak pembeli sepi saya merasa memporelah rasa lelah, sementara penghasilan sedikit dan yang berkunjung hanya lalat-lalat saja,” jelas Tedi.

Dijelaskannya, sebaiknya pemerintah atau pengelolah Pasar jangan hanya menjual ikan, tetapi juga ada sembakonya. Karena menurut Tedi, orang yang pergi ke pasar tidak semata-mata membeli ikan.

“Mungkin ibu-ibu kehabisan gula dan minyak misalnya. Dan dari rumah ingin membeli sembako, tetapi ketika melihat ikan mungkin akhirnya ingin membeli juga,” ungkapnya.

Diterangkan Tedi, sejak diresmikan hingga 6 bulan ke depan, tidak ada biaya sewa di pasar yang buka dari Subuh hingga malam ini. “Setelah 6 bulan, maka kita diwajibkan membayar sewa tempat sekitar Rp500 ribu perbulan,” pungkasnya.

Sedangkan Yanto (38), pedagang ikan asin, tinggal di Kelurahan Sako, Kecamatan Sako menuturkan, pembeli sudah terlihat sepi sejak awal pasar tersebut diresmikan.

“Pembeli ini mulai sepi sejak dua bulan terakhir. Saya biasanya bawa ikan asin 10 Kg dan sekarang sudah lama tidak belanja, karena lama habisnya. Hari ini saja hanya sekitar 6 ons yang laku,” tutupnya. (ruslan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ada proyek Mahluk halus diakses jalan Antara Desa Babat dan desa Talang Beliung

Masyarakat Desa Sumber Rahayu Meminta Bupati Agar Memecat Mat Kanta Sebagai Kades

Kapolres Ogan Ilir Langsung Membopong Elza Ke Ambulance Menuju RS Bhayangkara