Murni Penghamburan Uang Negara di Duga Bupati Lahat Bertanggung Jawab Izinkan Outbound Luar Provinsi di Masa Pandemi Corona - Koran Digital MATA JURNALIS

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Minggu, 20 Desember 2020

Murni Penghamburan Uang Negara di Duga Bupati Lahat Bertanggung Jawab Izinkan Outbound Luar Provinsi di Masa Pandemi Corona


LAHAT,MJ. -- Bupati Lahat Cik Ujang diduga izinkan Kegiatan Outbound ke luar Propinsi tepatnya Provinsi Jawa Barat Kabupaten Bogor dimasa Pandemi Corona saat sekarang sangatlah tidak etis, akan tetapi  dilaksanakan hampir seluruh pimpinan SKPD dan kepala bidang di Sekertariat Pemda Lahat dengan maksud untuk mempererat hubungan talisilaturahmi antar pimpinan dan bidang - bidang sekaligus penyegaran suasana dan menghilangkan beban fikiran selama menjalankan tugas sehari hari sebagai pejabat di Pemerintahan Daerah. Kabupaten Lahat dengan mencari tempat - tempat yang bernuansyah tenang dan dilengkapi berbagai fasilitas tempat istirahat, tempat makan juga adanya arena berbagai permainan selama mengikuti kegiatan Outbound.


Dimana untuk kegiatan Outbound ini mengunakan Uang Negara cukup besar yang bersifat tidak rutin dan boleh dianggarkan biasanya oleh salah satu Kepala Badan di Sekretariat  Pemda Lahat, dimana anggaran yang digunakan diduga murni penghambur uang negara untuk para pimpinan Pegawai Negeri Sipil dilingkungan Sekertariat Pemda Lahat bersenang senang hingga berakibat fatal terjadi duka dan malapetaka dua pejabat Lahat yaitu Agung Pribadi Kepala Litbang dan H.Januarsyah Hambali Sekda Kabupaten Lahat meninggal dunia setelah pulang dari mengukuti kegiatan Outbound di Provinsi Jawa Barat Kabupaten Bogor selama hampir sepuluh hari kerja.

Terbukti setelah pulang dari Outbound hampir seluruh pimpinan SKPD maupun Kepala Bidang Sekertariat Pemda Lahat yang ikut kegiatan selain sakit- sakitan juga menderita Flu dan batuk- batuk hingga tidak dapat masuk kerja kembali sampai sekarang diduga teriveksi virus Corona.

Menurut Salah satu Masyarakat Lahat Hp 53 tahun mengatakan 20/12 kebijakan outbond keluar Provinsi ini sangatlah tidak etis,  disamping masih dalam masa pandemi Corona juga terjadi kemiskinan yang masih melanda Kabupaten Lahat tercatat nomor 2 Kabupaten Lahat termiskin  se-Sumsel.

Terjadinya Kematian dan cepatnya penyebaran covid di Kabupaten Lahat selain dampak dari outbond, juga adanya kontak erat, seharusnya Bupati Lahat bertanggung jawab kenapa memberikan izin. Melakukan kegiatan Outbound ke luar Provinsi dimasa Pandemi corona. Padahal hampir setiap hari  terdengar di radio Bupati Lahat Cik Ujang menyampaikan agar seluruh lapisan masyarakat menengah kebawah maupun masyarakat menengah keatas agar tetap mengikuti aturan Prokes dan tidak melakukan perjalanan Luar Daerah atau luar Provinsi selama Pandemi Corona dapat teratasi.

Hp juga menambahkan merujuk pada kasus Rizig shihab diduga Bupati Lahat  bisa dipidana karena telah memberikan izin keluar Provinsi untuk suatu kegiatan dengan mengunakan uang Negara,   yang bersifat tidak begitu penting dan dapat dilakukan di dalam Daerah sendiri dengan mengunakan sedikit biaya seperti Lokasi Taman wisata Ribang Kemambang dan di Lokasi wisata Benteng pingiran Sungai Lematang Kecamatan Kota Kabupaten Lahat.

Begitu juga yang di sampaikan salah satu Anggota DRPD  Provinsi Sumsel Asal Kabupaten Lahat mengatakan Outbound yang dipaksakan, Outbound yang menelan banyak korban.(IN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here