SUMUT,MJ.-- PemilihaMuhammad Ali Sipahutar, S.STP.MAP, 

Camat Medan Denai

 Pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) di Lingkungan 4 Kelurahan Binjai Kecamatan Medan Denai secara sepihak oleh Camat Medan Denai Ali Sipahutar di duga sarat pelanggaran baik itu pelanggaran terhadap Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No 9 tahun 2017 Bab V tentang Kepala Lingkungan, Pasal 13 ayat (2), berbunyi : Kepala Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diangkat oleh Camat atas usulan Lurah dengan memperhatikan saran atau pendapat yang berkembang dalam masyarakat setempat..


Camat Medan Denai Muhammad Ali Sipahutar, S.STP.MAP, yang melanggar aturan pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan Denai, beberapa minggu yang lalu, yang dimana pengangkatan tersebut tanpa ada Musayarah Mufakat  dari warga Lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan Denai. 

DR. Asahan Pasaribu, M.Pd., yang merupakan tokoh masyarakat yang  berdomisili  di lingkungan 4, mengatakan, Camat Medan Denai Muhammad Ali Sipahutar, S.STP.MAP.,  tidak melakukan fungsi nya sebagai Pimpinan di Kecamatan medan Denai. Belum lagi selesai permasalahan tersebut, kini timbul lagi permasalahan yang baru yang di langgar oleh Kepala Lingkungan (Kepling) Lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan  Denai, Sdr. Juhn Frangki Hasibuan. DR. Asahan Pasaribu, M.Pd., menambahkan, “Begitu juga dengan Bab VII tentang Mekanisme Pengangkatan Calon Kepala Lingkungan, pada Pasal 15 ayat (1), bunyinya : Calon Kepala Lingkungan diusulkan oleh Lurah kepada Camat dengan memperhatikan saran atau pendapat yang berkembang dalam masyarakat setempat, ayat (2), Pengusulan Kepala Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling banyak berjumlah 3 (tiga) orang Calon Kepala Lingkungan, dan di ayat (3) bunyinya, Setelah Camat menerima usulan Kepala Lingkungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Camat wajib melakukan penelitian dan verifikasi usulan Calon Kepala Lingkungan tersebut.”. Ungkapnya. (Selasa, 10-11-2020).

DR. Asahan Pasaribu, M.Pd., ppunya dugaan kuat bahwa, Juhn Frangki Hasibuan yang diangkat Kepala Lingkungan (kepling) Linkungan 4 oleh Muhammad Ali Sipahutar, S.STP.MAP Atas Rekomendasi dari Oknum anggota DPRD Medan DRG, S., (Inisial) Yang dinilai tidak sesuai dengan prosudur untuk pengangkatan Kepling. Tegasnya.

Hal Serupa juga disampaikan Hary Simanjuntak, S.T., yang mengatakan, Juhn Frangki Hasibuan, itu satu sosok yang tidak disukai oleh warga Lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan Denai. “ Kami sangat tidak terima atas pengangkatnya sebagai pengangkatan Kepala Lingkungan (Kepling) lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan Denai, atas kekuasaan, Kami sudah berupaya menyampaikan aspirasi kami melalui lurah, Camat, BKD, Dan Ketua DPRD, Serta Pj. Walikota, Namun Sampai saat ini belum ada tindak lanjut untuk Aspirasi yang kami sampaikan,” Ucapnya.

Camat Medan Denai, masih kata Dr Asahan, Ali Sipahutar di duga banyak melakukan sarat pelanggaran pada Perda Kota Medan No 9 Tahun 2017 tentang Kepala Lingkungan, Mekanisme Pengangkatan Calon Kepala Lingkungan dan Persyaratan Calon Kepala Lingkungan yang termaktub dalam Pasal 13, Pasal 15 dan Pasal 14.

“Terutama pada Pasal 14 huruf (f), pada Persyaratan Calon Kepala Lingkungan yang bunyinya, berkelakuan baik, jujur dan adil,” imbuhnya.

Sementara, lanjutnya, Camat Medan Denai Ali Sipahutar disinyalir abai dengan Pasal 14 Perda Kota Medan No 9 Tahun 2017, berbunyi, berkelakuan baik, jujur dan adil, namun kenyataannya Kepling yang diangkatnya yang bernama Juhn Franky Hasibuan diduga berkelakuan tidak baik, seperti bersifat arogansi, tidak ramah dan belum layak memimpin. Kuat dugaan ini ditunggangi oleh oknum anggota dewan DPRD Medan Periode 2019-2024, Dapil IV dari Partai Penguasa.

Hary Simanjuntak, S.T., juga mengatakan, Belum Genap Satu Bulan menjabat sebagai Kepling, Juhn Frangki Hasibuan, Kini dia diduga tidak netral dalam Pilkada 2020, Juhn Frangki Hasibuan diduga berpihak dengan salah satu Paslon, terlihat dari keikutsertaannya untuk menjadi team pemenangan dalam mensosialisasikan Visi dan Misi salah satu Paslon. Ungkapnya.

DR. Asahan Pasaribu, M.Pd., dan Hary Simanjuntak, S.T., dalam hal ini mewakili Masyarakat lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan Denai dalam permasalahan ini. Masyarakat inginkan pimpinan yang netral, yang bisa menjadi Tauladan.

Masyarakat Masyarakat lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan Denai tidak ingin mempunyai Kepala Lingkungan Yang Pro dengan Kekuasaan, yang Nepotisme, Oknum yang arogansi, dan Sok Jago Di kampung, itu namanya Kampungan, ujarnya.

“Sampai saat ini kami yang mewakili Masyarakat lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan Denai akan terus berupaya mencari keadilan dan mengungkap Nepotisme dan Intimidasi dalam hal pengangkatan Kepling, Dan saat ini juga Masyarakat lingkungan 4 Kel.binjai Kec.Medan Denai menginginkan Camat Medan Denai Muhammad Ali Sipahutar, S.STP.MAP, yang dianggap menyalahgunakan kekuasaan dan mengambil suatu keputsan yang tanpa Musyawarah. Ungkapnya. (Ril)

Posting Komentar