LAHAT,MJ.-- Jabatan Ketua Dewan kesenian Lahat dapat dilakukan pemilihanya harus sesuai aturan AD - RT dan berpayung hukum tetap,siapapun yang terpilih sebagai Ketua Dewan Kesenian itu sudah sesuai aturan AD- RT.

Aneh yang terjadi di Kabupaten Lahat Ketua Dewan Kesenian bisa dilakukan secara penunjukan langsung oleh Bupati Lahat tanpa mengikuti aturan AD-RT yang berkekuatan hukum tetap .

Seperti saat ini dalam Rakor untuk jabatan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Lahat tetap dipimpin oleh H.Ismet Inonu dan SK nya telah diajukan ke Bupati Lahat ,namun SK yang sudah berkekuatan hukum dan sesuai dengan AD-RT ini berubah secara total.

Dimana SK untuk jabatan Ketua Dewan Kesenian Kabupaten Lahat yang seharusnya dipimpin H.Ismet Inonu berubah menjadi  Yan Safran. 

Awak Media ketika menyambangi Ismet Inonu dikediamaannya pada  6/11 membeberkan secara gamlang " Dewan Kesenian Lahat dibentuk sekitar tahun 1999 di Era Bupati H. Harunata dengan ketua perdana H."Marzuki Jemair selang beberapa saat alih kepemimpinan dipegang H. Ismet Inonu", Adapun tugas dari Dewan Kesenian Lahat yaitu mengawasi segala aktifitas Seni  Budaya, Olah Raga Tradisional dan menaungi Seni baik berasal dari Kesenian Sumael hingga luar daerah yang ada di Bumi Seganti Setungguan.

Hampir kurun waktu 23 tahun menjabat diteruskan  pada keperiode Wari 2018 hingga sekarang  terpilih, pada Era Cik Ujang masih terpilih oleh para Anggota Kesenian namun  lucunya SK ini  tidak pernah di tandatangani oleh Bupati Lahat Cik Ujang namun secara tiba- tiba timbul SK tandingan dengan ketua Yan Safran  " ujar Beliau.

Lanjut Ismet " Padahal saya ingin meletakan tampuk Ketua ini diserahkan ke Ibu bupati Ny Lidyawati S, Hut karena saya merasa beliau yang cocok, harapan saya bisa mengkoordinir seluruh Kesenian daerah Lahat. Namun apa lacurnya berbanding terbalik apa yang diharapkan. 

Selama  saya menjabat Ketua Dewan Kesenian mengikuti Aturan AD/ RT dan dibawah payung hukum. Saat setelah di lantik menurut saya belum ada gebrakan 

Tupoksi pertama, mengadakan pelestarian dan pengembangan seni berisifat umum Nasional.  Umumnya  di Indonesia  supaya kesenianitu hebat antara seni dan budaya harus sejajar alias berkolaborasi." Tandas Ismet mengakhiri obrolannya (NI)

Posting Komentar