MUBA,MJ. - Terkait insiden robohnya tiang pengaman Jembatan (fender) di Desa Beruge Kecamatan Babat Toman. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Musi Banyuasin, Pathi Riduan membenarkan Kapal Tongkang milik PT. Batubara Mandiri penyebab rusaknya tiang tersebut.


"Benar kalau tidak salah kejadian itu Bulan Maret 2019 lalu, kita sudah tindak lanjuti rapat dengan Sekda. Surat pernyataan dan notulen juga ada. Namun Jembatan itu berada di jalan nasional jadi tanggung jawab Balai Besar Jalan Nasional (BBJN)," ujarnya Pathi di ruang kerjanya, Senin (16/11/20).

Dijelaskan Pathi, saat ini aktivitas di sungai sama persis dengan di darat  pihaknya memiliki keterbatasan kewenangan.

"Aset jalan bukan aset kita, karena yang bangun dan yang merehab itu Balai Besar Jalan Nasional. Kaitan dengan Kapal mulai SKK dan Pola geraknya dan surat register Kapal itu dikeluarkan oleh KSOP. Dalam Undang-undang Pemerintah Kabupaten tidak punya kewenangan untuk itu," jelasnya.

Ketika di tanya sejauh realisasi perjanjian dalam notulen, Pathi kembali berdalih bahwasanya PT. Batubara Mandiri sudah ada pernyataan dan pihaknya tidak bisa memberikan sanksi karena menurutnya itu semua kewenangan KSOP.

Berdasarkan berita acara tanggal 26 Maret 2019 lalu, pada hari Sabtu 23 Maret 2019, Kapal Tongkang AQSA 1 yang ditarik oleh Kapal TB. SALOM BERKAT ABADI telah menyenggol fender pengaman tiang Jembatan Beruge. Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut, namun terdapat kerusakan (patah tiang fender) dan lepasnya safety pengaman tiang fender sehingga perlu adanya perbaikan.

PT. Batubara Mandiri berjanji bertanggung jawab secara sepenuhnya terhadap kerusakan Fender Jembatan pasca kecelakaan dan bersedia memperbaiki kerusakan dan kerugian yang diakibatkan oleh insiden tersebut.( hs/tim) 

Posting Komentar