LAHAT,MJ. -- Dalam Penyelesaian adanya dugaan permasalahan Lahat diwilayah KTM UPT Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan Kabupaten Lahat yang mana diketahui warga pendatang dari Luar Daerah yang berTransmigrasi ke Kabupaten Lahat dan berdiam di KTM UPT Keban Agung seharusnya telah disiapkan Lahat untuk dapat berteduh juga bercocok tanam,namun yang terjadi dari tahun 2015 sampai sekarang warga pendatang yang bertransmigrasi ini belum mendapatkan lahan tersebut.

Sesuai Perintah Kepala Daerah Disnakertrans Kabupaten Lahat telah melaksanakan tugas dengan telah membentuk Tim Satgas Disnakertrans dan telah siap menjalankan tugas sesuai Tupoksinya mendata ulang masyarakat Enam Desa yang ikut program Kota Terpadu Mandiri (KTM)dengan syarat mereka dapat menghibahkan tanahnya untuk bersama sama dikelola dan digarap bersama masyarakat pendatang dari luar Daerah yang bertransmigrasi ke Kabupaten Lahat .

Mustofa Nelson S Sos.Msi. Saat dikonfirmasi Kembali diruang Kerjanya 3/11 mengatakan serta meluruskan penyampaian Sekertaris Disnakertrans kepada Debby Angraeni ST.MT. Kabit Trans yang membidangi permasalahan Lahan KTM Keban Agung Kecamatan Kikim Selatan Terkait  Sudah adanya keputusan Kegiatan penyelesaian masalah Lahan KTM tidak dilanjutkan. Untuk kegiatan APBDP tahun ini dengan alasan waktu.

Hal ini tidak benar informasinya masyarakat agar tidak salah persepsi yang benar menurut Kepala Dinas Disnakertrans meluruskan dan memperjelas apakah memungkinkan tim yang telah terbentuk ini dapat menyelesaikan persoalan permasalahan lahan KTM mengingat waktu telah mepet untuk pertanggung jawaban anggaran ini memang benar karena pertanggung jawaban anggaran  terakhir untuk seluruh SKPD itu pada tanggal 25 Desember harus sudah selesai semua,kalau tidak memungkinkan maka kegiatan ini akan kita lanjutkan kembali tahun depan agar waktu pelaksanaan kegiatan kita panjang persoalan lahan KTM ini dapat tuntas terselesaikan dengan baik.

Sedangkan untuk menyelesaikan permasalahan Lahan KTM ini bukan di hentikan cuma mau di evaluasi dan di rapatkan dulu hasil tim 1 baru kita susun langka langka tim 2, kapan mulainya, semua anggota yang termasuk di dalam tim harus di undang dulu, jadi tidak bisa langsung bergerak. Yang jelas penyelesaian masalah sengketa lahan di KTM akan terus di lanjutkan sampai selesai, akan tetapi melalui proses tidak bisa instan semua butuh waktu agar penyelesaiannya dapat terlaksana dengan baik dan benar.

Disamping itu juga Mustofa Menambahkan Besar kemungkinan kita akan melibatkan pihak hukum dalam penyelesaian masalah KTM ini agar nantinya dalam pelaksanaan di lapangan kita tidak bertentangan maupun melanggar hukum katanya.

Topa juga menambahkan kodisi sekarang memang diakui masyarakat transmigrasi yang berdomisili di KTM sangat membutuhkan bantuan baik permasalahan penyelesaian lahan juga bantuan lainnya, untuk itu selain akan menuntaskan permasalahan lahan kita juga dalam waktu dekat ini akan menyalurkan bantuan obat obatan sebanyak 71 jenis obat yang sangat dibutuhkan masyarakat transmigrasi agar kesehatan mereka di wilayah KTM dapat terjamin pungkasnya.(Idham/novita)

Posting Komentar