MUARA ENIM,MJ.-- Menurut keterangan beberapa warga yang namanya tidak mau di sebutkan menuturkan kepada awak media ini bahwa adanya ketidak Transparan atau keterbukaan soal pembangunan proyek dari Dana Desa ( DD) di Desa Kencana Mulia Kecamatan Rambang Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan kemarin, 1/10/2020.

Kami sebagai warga masyarakat Desa selama ini tidak pernah tau berapa anggaran yang di publikasi atau yang di pasang di papan pengumuman (plang rab) dan begitu juga mengenai Musyawarah Desa (MUSDES) di Desa kami, masyarakat tidak pernah diikut sertakan.

Terpisah dari awak media berserta tim mendatangi kantor Kepala Desa dan mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Bambang Siswanto, dengan mengatakan saya jarang ada dikantor desa karena saya sibuk di kebun terus pak,”jelasnya.

Masalah kegiatan di desa ini atau pembangunan dalam bentuk apapun semuanya saya serahkan dengan perangkat desa dan sekdes ungkapnya kepada awak media.

Kemudian awak media konfirmasi kepada sekdes kasidi, mengenai pembangunan proyek di desa kencana mulia dengan nada terkesan di tutup-tutupi untuk menjelaskan pembangunan insprastruktur, dan anggaran dana desa seolah-olah lupa dan bingung saat menjelaskan kepada awak media.

Begitu saat awak media konfirmasi kepada perangkat desa yang lainya (harjono), kebetulan pada saat itu ada pembagian bantuan langsung tunai (BLT) tahap akhir menurut penjelasan harjono yang mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) di desa ini sebanyak enam puluh enam KK.dan jumlah dana yang di bagikan dari tahap satu sampai akhir berjumlah keseluruhannya dalam satu KK Rp 2.700.000 tahap pertama sampai akhir”ungkapnya.

Setelah itu kami tanyakan lagi berapa dana desa yang di dapat bantuan pusat dana desa jawabnya, dana desa berjumlah Rp 821.000.000 (delapan ratus dua puluh satu juta) sisa anggaran desa bantuan langsung tunai/BLT di pergunakan untuk apa, jawab Harjono perangkat desa sisanya di alihkan ke fisik pembangunan jalan Semenisasi sepanjang 55 meter dan lebar 4 meter.

Awak media ini saat konfirmasi ke perangkat desa yang lain jawabnya tahun 2020 tidak ada bangunan proyek fisik di desa kencana mulia, dari jumlah bantuan langsung tunai (BLT) 66×270.000=178.200.000.rupiah.

Jadi setalah kami hitung 821.000.000.—178.200.000. tersisa anggaran Rp 642.800.000, kalau di bandingkan dengan jalan semenisasi tersebut di atas tidak masuk akal hal ini diduga ada mark’up anggaran dalam pekerjaannya. Selang beberapa waktu kembali kami menanyakan tentang pemilihan perangkat desa BPD di desa ini hanya memakai cara di tunjuk saja tidak melalui peraturan Demokrasi sesuai dengan UU no 39 tahun 2008

Sampai berita ini di publikasikan belum ada juga keterbukaan dari perangkat desa kencana mulia tentang pembangunan proyek pembangunan Desa Kencana Mulia hal ini kami dari awak media akan mengambil langkah kepada intansi pemerintahan baik provinsi maupun pusat untuk segera melaporkan hal atas dugaan penyelewengan dana desa tersebut.# TN

Posting Komentar