PALEMBANG,MJ. – Puluhan massa dari Federasi Buruh Indonesia (FBI) melakukan aksi demonstrasi di halaman kantor Gubernur Sumatera selatan.



Dalam aksi demo ratusan massa Federasi Buruh Indonesia membawa 16 tuntutan dari karyawan PT MARDEC MUSI LESTARI,dan CV FNB Grup serta mendesak Gubernur Sumatera selatan H. Herman Deru, SH.MM agar komitmentnya untuk melindungi hak - hak pekerja/buruh yang ada di Sumatera selatan ini ,Aksi demo tersebut disambut dan diterima oleh sekretaris daerah (Sekda)  provinsi sumatera selatan H.Nasrun Umar. (Rabu,9 Sep 2020)


Dalam menangapi aspirasi dari para pekerja tersebut,H.Nasrun Umar mengatakan akan melakukan evaluasi dan koordinasi dengan pihak Disnaker provinsi dalam hal yang sifatnya Normatif,tegasnya.

Tidak hanya sampai disitu saja,Puluhan bahkan hampir ratusan massa Federasi Buruh Indonesia menyambangi terhadap salah satu outlet French Bakery Cafe & Bistro yang berada di Jalan Kolonel Atmo Palembang. Mereka menuntut pemberian hak dan perbaikan fasilitas bagi para pegawai.

Menanggapi hal tersebut, Manajemen French Bakery Cafe & Bistro melalui Kuasa Hukumnya, Turiman menegaskan akan secepatnya menyampaikan keluhan dan tuntutan para pekerja tersebut.

“Iya, tadi siang kita sudah dengar kekuhan serta tuntutan dari para pegawai. Tentunya apa yang disampaikan teman-teman tadi siang akan kita teruskan kepada Manajemen,” singkat Turiman saat ditemui 

Diberitakan sebelumnya, FBI menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya menghentikan intimidasi verbal dan non verbal terhadap karyawan yang bergabung dengan FBI Kabupaten Banyuasin. Termasuk menghentikan pembayaran upah lembur Rp5 rib per jam. Ini dinilai tidak sesuai dengan PP No. 78 tahun 2015 dan UU No 13 tahun 2003.

“Berikan makan terhadap karyawan. Hentikan kelebihan jam kerja yang tidak dibayar perusahaan. Bayar pekerja sesuai Upah Minimum Kota, juga hentikan PHK sepihak dan keterlambatan upah,” ujar Koordinator Aksi FBI, Heryadi.

Selain itu, kata Heryadi, pihaknya meminta agar sistem penggajian dilakukan dengan transparan, berikan slip gaji para pegawai sesuai PP No. 78 tahun 2015. “Hentikan kebijakan arogansi French Bakary atau CV. FNB Group terhadap karyawan. Kita juga minta agar SK karyawan diterbitkan sesuai prosedur dan benar,” tandasnya.

Lalu, tambah Heriyadi, manajemen perusahaan harus segera bayarkan Hak dari 15 karyawan yang di PHK secara sepihak. Kemudian, bayarkan sanksi denda terhadap upah yang terlambat, serta mempekerjaan kembali semua karyawan yang telah di rumahkan.

“Perbudakan ini sudah terjadi sejak perusahaan ini berdiri, dimana mereka semena-mena mengeluar kebijakan dan bersikap arogan. Kedepanya akan kami lakukan tindakan selanjutnya sampai ketemu titik terang bila perlu sampai ke pengadilan,” tandasnya.

Dalam aksi demo yang tejadi di French Bakery Cafe & Bistro tampak hadir Kabid.Pengawasan Disnaker prov.Sumatera selatan Yudi Adriansyah mengatakan akan membahas hal ini dengan managemant CV.FNB agar hal ini tidak terulang kembali,Segera akan kami tindaklanjuti apa yang menjadi tuntutan para pekerja/buruh ini,tegasnya. #Gina Gultom 

Posting Komentar