OGAN ILIR, MJ. -- Program Kampung Iklim tampaknya ini sudah waktunya dibudayakan semua daerah termasuklah Kabupaten Ogan Ilir,  Delapan perusahaan di Kabupaten Ogan Ilirdan Palembang  yang tergabung diantaranya ; PT.PLN,PT.DKU,PTSPF,PT. ARWANA, PT. GON, dengan melalui Dana CSR ikut berpartisipasi dan Mensuskseskan Iven Nasional Program Kampung Iklim( PROKLIM) bertempat di Desa Pulau Semambu Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan.

Delapan Perusahaan secara simbolis menyerahkan kepada Sekertaris Daerah Kabupaten Ogan Ilir H.Herman,SH.MM dan di serahkan kepada Pjs.Kepala Desa Semambu Mat Tarzan.Rabu 12/8/2020.

Hadir di Acara Iven Nasional Program Kampung Iklim ( PROKLIM) Sekertaris Daerah OI H.Herman,SH,MM, para OPD yang hadir,perwakilan dari perusahaan tamu undangan dan Kepala Desa Sekecamatan Indralaya Utara.

Dengan salah satunya sudah melaksanakan mensosialisasikan ke sejumlah tempat dengan melibatkan kepala desa, lembaga kemasyarakat desa, dan pihak terkait memiliki empat tujuan.

“Di antara tujuan program Kampung Iklim untuk mendorong kelompok masyarakat melakukan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di tingkat lokal." 

Hal dikatakan saat Sosialisasi Proklim di Desa Pulau semambu Kecamatan Indralaya Utara dengan pihak terkait, antara lain 8 perusahaan yang berada di Ogan Ilir, Tujuan kedua Proklim adalah untuk memberikan pengakuan terhadap aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang telah dilakukan kelompok masyarakat. Ketiga, memberikan pengakuan terhadap pemerintah daerah dalam penguatan pelaksanaan Proklim.

Tujuan keempat adalah untuk mendorong penyebarluasan kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim yang berhasil dilaksanakan pada lokasi tertentu, kemudian diterapkan di daerah lain sesuai dengan kondisi wilayah dan kebutuhan masyarakat setempat.

Ia menjelaskan, mitigasi perubahan iklim di desa adalah upaya menurunkan tingkat emisi di lingkungan desa, rangkaian kegiatannya diarahkan dalam upaya menurunkan tingkat emisi sebagai bentuk penanggulangan dampak perubahan iklim.

“Sedangan adaptasi perubahan iklim di desa adalah, upaya meningkatkan kemampuan masyarakat desa untuk menyesuaikan diri terhadap perubahan iklim, termasuk dampak yang ditimbulkan dengan mempertimbangkan skala prioitas berdasarkan sumber daya lokal dan karakteristik desa,” katanya.

Menurutnya, anggaran untuk kegiatan Proklim di Ogan Ilir bisa dialokasikan dari Anggaran Dana Desa (DD), maupun dari tanggung jawab sosial perusahaan berupa dana Corporate Social Responsibility (CSR).

Melalui ini, pemerintah desa diharapkan dapat memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan REDD+ (Reduction of Emission From Deforestation and Forest Degradation, alias pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan yang dimasukkan dalam dokumen perencanaan pembangunan desa seperti RPJMDes, RKPDes, dan APBDes. (Red)

Posting Komentar