Postingan

Menampilkan postingan dari September 4, 2019

Terkait Suap di PTPN III, Lima Orang Terkena OTT KPK

Gambar
JAKARTA, MJ.NET -- Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 5 orang terkait kasus korupsi di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) III dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta. Kelima orang tersebut adalah: 1) I Kadek Kertha Laksana (Direktur Pemasaran PTPN III), 2) Freddy Tando (pengelola money changer), 3) Ramlin (orang kepercayaan pemilik PT Fajar Mulia Transindo), 4) Edward S Ginting (Direktur Utama PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara), dan Corry Luca (pegawai PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara). "KPK mendapat informasi adanya dugaan permintaan uang dari DPU (Dolly Pulungan, Direktur Utama PT PN III) kepada PNO (Pieko) yang bergerak di bidang distribusi gula," kata Laode dalam konferensi pers, Selasa (3/9/2019). Pada Senin (2/9/2019) Pieko diduga meminta Freddy mencairkan sejumlah uang yang rencananya diberikan kepada Dolly. "PNO kemudian memerintahkan RM (Ramlin) untuk mengambil uang dari kantor money changer FT (Freddy) dan men

Tolak Ajakan Berdagang, Seorang Isteri Dihantam Suami Pakai Linggis Hingga Tewas

Gambar
OGAN ILIR, MJ -- Seorang ibu rumah tangga Santi (40) warga desa Lubuk Sakti kecamatan Indralaya kabupaten Ogan Ilir tewas setelah sang suami, Evid (48) menghantamnya dengan linggis, Rabu (04/09/2019). Tindakan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang berujung maut ini terjadi pada hari Rabu (4/9/2019) sekira pukul 09.30 WIB, tempat kejadian di dalam rumah keduanya (pasangan pelaku dan korban) di dusun 2 desa Lubuk Sakti kecamatan Indralaya. Saat dikonfirmasi media ini, Rabu (4/9/2019) Kapolsek Indralaya Bambang Julianto menuturkan bahwa sebelum kejadian, terjadi cekcok ajakan berdagang ke pasar antara pelaku dan korban. Dalam cekcoknya tersebut, pelaku ngotot mengajak pergi ke pasar pada saat itu (pagi hari), sementara korban ngotot perginya nanti saja (siang harinya). Perbedaan waktu berdagang tersebut diduga memicu emosi pelaku. Pelaku yang sudah terlanjur emosi, lantas mengambil sebilah linggis dan menghantam bagian belakang kepala, leher dan bahu korban. Membua