Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 29, 2019

Gugur Dalam Tugas, Serda Rikson Akan Dimakamkan di TMP Prabumulih

Gambar
PALEMBANG, MJ -- Prajurit Kodam II/Sriwijaya Sersan Dua Rikson yang gugur saat mengamankan unjuk rasa di Kabupaten Deiyai, Papua, Rabu akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Prabumulih, Sumatera Selatan. Hal ini karena prajurit tersebut bertugas di Batalyon Kaveleri 5/DPC Karang Endah, Muaraenim berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan di Prabumulih, kata Kapendam II/Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan di Palembang, Kamis. Dalam rencana jenazah akan tiba di Palembang malam ini, selanjutnya akan menuju ke Karang Endah. Kapendam mengatakan, almarhum gugur di medan perjuangan saat mengamankan demo di kantor Bupati Deiyai, Papua, sehingga dimakamkan di Taman Makam Pahlawan dengan upacara militer. Kasdam Brigjen TNI Syafrial akan menyambut kedatangan jenazah dan selanjutnya akan berangkat ke rumah duka untuk disemayamkan. Jenazah akan dimakamkan keesokan hari. Almarhum akan dinaikkan pangkat setingkat lebih tinggi karena gugur karena jasanya dalam mengamankan unjuk rasa. Ia

Sudah 9 Tahun Sangketa Tanah, Ahli Waris Ancam Segel Sekolah

Gambar
PRABUMULIH, MJ -- Upaya pihak ahli waris untuk memperjuangkan haknya atas lahan yang ada di lokasi SD Negeri 06 dan SD Negeri 24 Prabumulih tampaknya tidak akan pernah surut. Sebelumnya, pihak ahli waris telah melakukan aksi dengan memasangi spanduk di depan sekolah dengan tulisan "Sekolah Dalam Pengawasan Kuasa Hukum" yang menunjukkan bahwa sekolah tersebut masih bersengketa. Tidak hanya itu, pihak ahli waris berencana akan melakukan penyegelan terhadap sekolah yang diklaim sebagai milik Pemerintah Kota Prabumulih. Penyegelan itu dilakukan sebagai bentuk penolakan keras dari pihak ahli waris yang merasa dirugikan atas kecurangan yang telah dilakukan oleh Pemkot Prabumulih. Hal tersebut dibenarkan oleh ahli waris Sarlan bin Djenalam melalui tim pengacaranya Jeferson S Wonlay saat dibincangi wartawan pada Rabu, (28/08/2019). Jeferson menegaskan aksi penyegelan yang akan dilakukan pihaknya terhadap sekolahan tersebut adalah bentuk kekecewaan terhadap Pemkot Pra