JAKARTA, MJ.NET -- Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 5 orang terkait kasus korupsi di PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) III dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Jakarta.

Kelima orang tersebut adalah: 1) I Kadek Kertha Laksana (Direktur Pemasaran PTPN III), 2) Freddy Tando (pengelola money changer), 3) Ramlin (orang kepercayaan pemilik PT Fajar Mulia Transindo), 4) Edward S Ginting (Direktur Utama PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara), dan Corry Luca (pegawai PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara).

"KPK mendapat informasi adanya dugaan permintaan uang dari DPU (Dolly Pulungan, Direktur Utama PT PN III) kepada PNO (Pieko) yang bergerak di bidang distribusi gula," kata Laode dalam konferensi pers, Selasa (3/9/2019).

Pada Senin (2/9/2019) Pieko diduga meminta Freddy mencairkan sejumlah uang yang rencananya diberikan kepada Dolly.

"PNO kemudian memerintahkan RM (Ramlin) untuk mengambil uang dari kantor money changer FT (Freddy) dan menyerahkan kepada CLU (Corry) pukul 17.00 WIB di kantor PT PN di Kuningan, Jakarta. CLU (Corry) mengantarkan uang sejumlah 345.000 dollar Singapura ke IKL (Kadek)," kata Laode.

Pada malam tersebut (2/9/2019) sekira pukul 20.00 WIB tim KPK mulai mengamankan target operasi. Dimulai dari Corry yang diamankan di rumahnya, Ramlin di kantornya lalu Kadek dan Edward diamankan di kantornya. Sedangkan Freddy, diamankan di kantornya keesokan harinya  (3/9/2019) pukul 09.00 WIB.

"Tim kemudian bergerak ke kantor IKL dan mengamankan IKL dan EG (Edward) di Jakarta pukul 21.00 WIB. FT kemudian diamankan di kantornya pukul 09.00 pagi ini, Selasa 3 September 2019," ujar Laode.

Terhadap target lainnya (Dolly dan Pieko), diakui Laode bahwa tim KPK belum menemukan Dolly dan Pieko saat OTT berlangsung.

"Oleh karena PNO dan DPU telah ditingkatkan statusnya sebagai tersangka dalam proses penyidikan ini, maka KPK mengimbau agar PNO dan DPU segera menyerahkan diri ke KPK," ujar Laode.

Posting Komentar