PALEMBANG, MJ -- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru menyerahkan mandat Pelaksana Harian (Plh) Bupati Muara Enim kepada Wakil Bupati Muara Enim, Juarsah, Rabu malam (4/9/2019).

Tidak seperti pengangkatan pejabat biasanya, penyerahan mandat yang digelar di Griya Agung pada Rabu (4/9/2019) tersebut digelar tanpa diiringi acara ucapan selamat.

Menurut Herman Deru, ucapan selamat tersebut sengaja ditiadakan karena situasinya tidak memungkinkan. Kejadian yang menimpa pimpinan di Muaraenim tidak diinginkan semua pihak.

Untuk melanjutkan pembangunan, Deru memerintahkan Plh Bupati kepercayaan harus memulihkan kepercayaan masyarakat.

"Saya instruksikan kepada beliau agar pulihkan dulu kepercayaan masyarakat, sehingga pembangunan yang baik bisa dilakukan," tegas Herman Deru.

Selanjunya Juarsah hendaknya menjalankan tugas dengan penuh tanggungjawab serta harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan Pemerintah provinsi Sumsel terkait kebijakan-kebijakan yang prinsif atau strategis.

"Satu lagi pesan saya, agar jangan dulu menggunakan fasilitas bupati seperti mobil dinas atau tanda jabatan yang biasa dipakai bupati. Kita harus menghormati bupati definitif yang saat ini tengah bermasalah," katanya.

Sebagaimana yang diketahui, Senin malam (2/9/2019) Bupati Muara Enim defenitif, Ahmad Yani bersama Kepala Bidang di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) dan seorang pemborong terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan dugaan kasus suap proyek pekerjaan di Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim.

Karena kejadian itu saat ini, A. Yani dan beberapa orang lainnya yang terkait dengan kasus tersebut masih diamankan KPK untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.

Posting Komentar