BENGKAYANG, MJ.NET -- Sejumlah tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikirim ke Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk menggeledah ruang kerja sejumlah pejabat daerah yang tersandung kasus suap, Jumat (6/9/2019).

Beberapa uang yang digeledah adalah ruang kerja Bupati Bengkayang Suryadman Gidot, ruang Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aleksius, dan ruang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agustinus Yan.

Bersama tim KPK terlihat puluhan anggota polisi bersenjata. Menurut kabar operasi penggeledahan tersebut memang melibatkan Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat (Kalbar)

Saat dikonformasi sasaran operasi, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go enggan menerangkan secara rinci soal penggeledahan tersebut.

Menurutnya, aparat kepolisian hanya diperbantukan untuk mengamankan area yang akan digeledah.

"(Penggeledahan) di-back up Polres Bengkayang," kata Donny, Jumat siang (6/9/2019)

Diberitakan, KPK telah menetapkan Bupati Bengkayang Suryadman Gidot dan enam orang lain sebagai tersangka.

Ketujuh orang itu ditetapkan sebagai tersangka setelah KPK melakukan pemeriksaan dan gelar perkara atas hasil operasi tangkap tangan di Bengkayang dan Pontianak, Selasa (3/9/2019).

Selain Suryadman, tersangka lain adalah Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kabupaten Bengkayang Alexius.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap.

Kemudian, ada lima orang lain dari pihak swasta yang juga ditetapkan sebagai tersangka, yakni Rodi, Yosef, Nelly Margaretha, Bun Si Fat, dan Pandus, yang menjadi tersangka pemberi suap.

Artikel ini sudah diterbitkan di kompas.com dengan judul: Dalami Perkara OTT, KPK Geledah Ruang Kerja Bupati Bengkayang dan 2 Kepala Dinas

Posting Komentar