PRABUMULIH, MJ.News - Nasib sial bagi A. Yeni (44), gara-gara se-ekor kambing yang ia curi bersama rekannya, warga Desa Pedaton kampung 1 kecamatan Gelumbang kabupaten Muara Enim ini nyaris tewas akibat diamuk massa.  Sementara rekannya, Nop, berhasil kabur, selamat dari amukan warga.

Informasi yang berhasil di himpun Mata Jurnalis, diketahui bahwa aksi pencurian ini terjadi pada hari Minggu sore (4/8). Pelakunya A. Yeni (44) dan rekannya, Nop (masih buron) sedangkan kambing yang mereka curi milik korban, M. Asrul, warga Kelurahan Karang Jaya, Kota Prabumulih.

Aksi pencurian ini sempat dipergoki warga. Namun kawanan ini berhasil kabur dengan membawa kambing hasil curian.

Warga yang mengetahui ciri ciri kedua tersangka langsung melakukan pencarian. Pelarian keduanya terhenti di kawasan RT 001 RW 003, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Prabumulih Timur, tidak jauh dari lokasi kejadian.

Nahas bagi A Yeni, ia akhirnya tertangkap, sementara rekannya berhasil kabur. Warga yang sudah terlanjur emosi langsung melampiaskan kemarahannya dengan menghajar pelaku. Tidak cukup menghajar Yeni, kerumunan masa juga berusaha membakar sepeda motor milik pelaku.

Beruntung Tim Opsnal Polsek Timur datang ke lokasi kejadian dan mengamankan pelaku yang nyaris tewas karena amukan massa. Selanjutnya, pelaku digiring petugas ke Polsek Prabumulih Timur guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.


Kapolres Prabumulih AKBP Tito Travolta Hutauruk SIK MH dalam Press Release nya mengatakan, tersangka A. Yeni ditangkap warga karena melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan.


"Sekitar pukul 16.40, Kita mendapat informasi bahwa satu tersangka kasus pencurian seekor kambing ditangkap warga di wilayah RT 001 RW 003 Keluarahan Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, Kita langsung menuju TKP dan mengamankannya," ujarnya, Senin (5/8/2019).


Dari hasil Interogasi, lanjut Kapolres, kedua tersangka menggunakan satu unit sepeda motor honda Beat Hitam untuk mendukung aksi mereka.  Tersangka A. Yeni berperan sebagai Joki sembari mengawasi keadaan sekitar, Sementara DPO berinisial NOP adalah sang eksekutor.


"Warga yang menangkap tersangka A Yeni , Sementara rekan pelaku yang berhasil kabur akan kita cari sampai dapat. Akibat perbuatan itu, Pelaku A Yeni dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara," Tegas Tito. 

Posting Komentar