LAHAT, MJ - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lahat memastikan, tahun ini tidak ada rekrutmen CPNS dari tenaga guru, Kabupaten Lahat bakal mengalami krisis guru. Hal ini disebabkan, karena sudah banyak guru yang pensiun, sedangkan Kabupaten Lahat sejak tahun 2008 lalu sudah tidak lakukan rekrutmen CPNS.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan, Didsikbud Lahat, Bambang Aprianto membeberkan, saat ini jumlah guru SD dan SMP berstatus PNS sebanyak 3004 orang. Diantaranya 2302 guru SD, dan hanya 702 guru SMP. Dengan total kekurangan yang dibutuhkan saat ini, sebanyak 1069 guru PNS.

“Hingga tahun 2023 nanti, ada sekitar 800an guru PNS SD dan SMP yang pensiun. Tentu kekosangan ini berpengaruh bagi dunia pendidikan di Lahat,” bebernya, Kamis (25/7).

Bambang merincikan, hingga Juli 2019 saja terdapat 170 guru SD dan SMP masuk usia pensiun. Sejak tahun 2017-2018, ada 271 guru pensiun. Jika ditotal, kekurangan tenga guru yang diusulkan sebanyak 689 guru SD dan 380 guru SMP.

“Untuk mengisi kekosongan itu, terpaksa menggunakan tenaga guru honorer,” ujarnya.

Sementara, Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE MM MBA mengatakan, kekurangan tenaga guru tersebut sudah pihaknya ketahui. Untuk itu tahun ini Pemkab Lahat telah mengusulkan penerimaan CPNS kepada Kemenpan, sebanyak 290 orang.

“Tahun ini kita rekrut CPNS, usulan itu jumlahnya paling banyak untuk tenaga guru. Tinggal tunggu persetujuan saja. Tapi kita juga tidak bisa sekaligus memenuhi kekurangan itu, karena keuangan daerah,” kata Haryanto.

Posting Komentar