KAYU AGUNG, MJ - Lantaran Surat Perjanjian pembangunan jembatan Penyebrangan Orang belum ditandatangani pihak pelaksana proyek, warga desa Kijang, Kecamatan SP Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), kembali menutup jalan akses proyek Jalan Tol Kapal Betung. Sabtu (20/7/2019).

Menurut salah satu perwakilan masyarakat, Doni Palindra, ketika dibincangi bahwa aksi ini dilakukan oleh warga sebagai bentuk protes, terhadap janji - janji yang tak kunjung ditepati oleh pihak kontraktor pembangunan jalan Tol Kapal Betung.

"Kedatangan kami kesini untuk melakukan penutupan jalan sebagai bentuk protes atas janji palsu, dari PT. Srimp ataupun PT Waskita Karya terkait pembangunan JPO dan akses jalan desa yang ada di Desa Terusan Laut," tegasnya.

Lanjut Doni, sebelum adanya kesepakatan dan penandatanganan surat perjanjian hasil rapat yang pernah digelar, kami masyarakat Desa Terusan Laut tidak akan membuka portal yang kami buat, sebelum semua hal ini jelas.

"Kami masyarakat Desa Terusan Laut pernah duduk bersama malakukan rapat dengan pihak kontraktor-kontraktor pembangunan jalan tol Kapal Betung, hasilnya ada beberapa kesepakatan sebagai tuntutan kami. Namun kenyataannya sekarang, penandatanganan yang seharusnya mereka lakukan pada tanggal 15 Juli 2019, sampai dengan sekarang belum mereka lakukan," bebernya, sembari mempertanyakan apakah ini bentuk komitmen yang pernah mereka sampaikan di media, untuk masyarakat Desa Kijang.

Terpisah, Kepala Desa Terusan Laut, Alrasid, ketika diwawancara membenarkan bahwa hasil kesepakatan yang seharusnya ditandatangani pada 15 Juli 2019, belum mereka tanda tangani, karena pihak PT. Srimp ataupun PT. Waskita Karya tidak datang pada jadwal penandatanganan yang telah mereka tentukan sendiri.

Pada awalnya dalam tuntutan, masyarakat menolak pembangunan JPO dan minta dibangunkan Box Cuver atas jalan desa yang tertutup oleh pembangunan jalan tol. Setelah dilakukan mediasi oleh Pemda OKI.

“Pertemuan itu disepakati bahwa masyarakat setuju dengan pembangunan JPO menuju ke kebun dan pemakaman yang tertutup tol, asalkan sebagai gantinya masyatakat dibuatkan jalan lingkar cor beton, dengan panjang 850 meter dan lebar 3 meter untuk akses masuk kendaraan mengangkut hasil kebun, karena JPO tidak bisa dilalui oleh kendaraan," katanya, sembari menjelaskan hasil rapat kesepakatan tersebut akan ditandatangani paling lambat tanggal 15 Juli 2019 di balai Desa Terusan Laut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten OKI, Pratama Suryadi, SP, ketika dihubungi melalui telpon turut membenarkan bahwa hal tersebut merupakan hasil dari rapat yang telah dilakukan di Kantor Pemda OKI beberapa bulan lalu.

Posting Komentar