Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 27, 2018

Gubernur Sumsel Hadiri Syukuran Kompas Gramedia

Gambar
PALEMBANG, MJ - Gubernur Sumsel Alex Noerdin menghadiri Syukuran Kompas Gramedia dengan tema "KG Zaman Now" di Gramedia World Palembang, Senin (26/2). Dirinya mengucapkan terimakasih atas undangan pada syukuran Kompas Gramedia Group. Dia pun mengajak seluruh rekan-rekan Kompas Gramedia Group untuk selalu bersyukur atas pencapaian prestasi selama ini. Bahkan pelopor sekolah di Sumsel itu mengapresiasi capaian Kompas Gramedia Group selama ini.  "Jadi selama ini Kompas Gramedia Group sudah mencerdaskan bangsa dalam arti yang sebenarnya. Menyediakan bacaan, infomasi yang akurat dan benar. Kemudian tokoh buku ini sungguh luar biasa dan yang terbesar di Indonesia, dengan menyediakan segala buku. Dan sekarang ada jasa hotel yang berada di Bandara SMB II Palembang dengan memiliki lokasi yang strategis,"ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut tak lupa pemimpin daerah ini mengajak para Kompas Gramedia Group untuk menjaga kondusifitas Sumsel."Kita di Sumsel ze

Kabareskrim: Jangan Salah Persepsi, PBB Juga Larang Ujaran Kebencian

Gambar
JAKARTA, MJ - Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol. Ari Dono Sukmanto menyatakan bahwa aparat tidak akan berhenti. Khususnya memberangus ujaran kebencian di dunia maya dan dunia nyata. “Pengungkapan atas penangkapan dari pelaku ujaran kebencian kelompok MCA yang tergabung dalam grup ‘TFMCA’ membuktikan. Ujaran kebencian merupakan kejadian luar biasa (KLB-red) di Indonesia. Terutama mengenai kondisi kejiwaan sebagian dari masyarakat Indonesia,” kata Ari dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (27/2/2018). “Terlebih lagi saat masyarakat Indonesia lainnya malah merelakan diri untuk memakan ‘gorengan’ dari sindikat itu. Efeknya, jadi ikut-ikutan menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks,” tambah Ari. Ari melanjutkan, berdasarkan hasil penyelidikan jajarannya, sindikat itu memang diduga kerap menyebarkan isu provokatif di media sosial. Mulai dari isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan pencemaran nama baik presiden hingga tokoh publik lainnya