BATURAJA-Ekosistem ikan di Sungai Ogan, Kabupaten OKU mulai sedikit dan mulai punah. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Daerah (Pemda) OKU menyebar 45 ribu bibit ikan.

Terdiri dari benih ikan baung, gurami dan nila. Ribuah benih ikan tersebut disebar oleh Bupati OKU serta unsur FKPD pada peringatan hari ikan nasional (harkannas) ke-4, Selasa (21/11).

"Benih ikan yang disebar tersebut diantaranya, bantuan dari beberapa perusahaan," kata Kepala Dinas Perikanan OKU, Ir Tri Aprianingsih saat acara Harkannas di gedung SKB Baturaja, Selasa (21/11).

Diharapkan, lanjut Tri Aprianingsih adanya penyebaran benih ikan tersebut bisa mestarikan ikan. Terutama di Sungai Ogan. "Dimana jumlahnya semakin sedikit," imbuhnya.

Kabupaten OKU sendiri imbuhnya memiliki potensi ikan yang sangat besar. Namun,  perlu dioptimalkan dan tetap mengedepankan kelestarian lingkungan. "Kami juga membagikan benih ikan lele kepada kelompok wanita yang ada di OKU," ungkapnya.

Bupati OKU, Drs H Kuryana Azis mengintruksikan kepada seluruh elemen masyarakat. Untuk menjaga lingkungan di sepanjang Sungai Ogan. Demi menjaga ekosistem ikan di Sungai Ogan.

Serta melarang masyarakat meracun dan menyeterum ikan di sungai. Sebab, bisa merusak ekosistem ikan di sungai. "Karena kalau diputas (racun red) dan distrum, ikan yang kecil ikut mati. Makanya dilakukan penyebaran bibit ikan," ujar Kuryana.

Bahkan, politikus Partai NasDem tersebut mengancam akan memidanakan masyarakat yang meracun dan nyetrum ikan di sungai. "Awasi terus. Tangkap yang memutas dan nyetrum. Berat hukumannya itu. Lima tahun penjara dan denda Rp2 miliar," pungkasnya.

Posting Komentar